Kamis, 29 Desember 2016

Hidup dan Mati



Setiap ada kehidupan pasti ada kematian. Kehidupan adalah awal dari kematian, kematian adalah juga awal dari kehidupan. Hidup adalah proses bukan akhir dari segalanya. Setiap orang pasti pernah memikirkan persoalan hidup dan mati,ini juga adalah awal dari idiologi filsafat, mengapa diri kita bisa berada di dunia ini ? untuk apa datang ke dunia ini ? Apa makna hidup ini? Lantas mengapa manusia bisa mati ? Kemanakah manusia pergi setelah mati ? Pemikiran seperti ini seharusnya adalah pemikiran yang paling dasar, walaupun ada sebagian orang yang memikirkan seumur hidupnya, tetapi masih belum menemukan jawabannya. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini sama seperti computer, namun, banyak manusia di kehidupan kali ini lebih condong kearah pencariaan benda materi, dan telah melupakan pencarian “hakikat spiritual”. Kehidupan kali ini telah usai, kehidupan kali ini telah usai dijalani, tugas dalam kehidupan kali ini telah selesai, sudah seharusnya istirahat. Ada awal maka ada akhir. Namun, ini semua bukan berarti semuanya telah berakhir, melainkan istirahat untuk sementara, sebab kehidupan kali ini hanya adalah sebuah proses. Bisa dikatakan sebagai tempat peristirahatan saat berwisata. Jangan mengira “kematian”berarti akhir dari segalanya,jangan mengira setelah “mati” maka tidak ada apa-apa lagi, jangan mengira “kematian” sangat menakutkan. Mati adalah meninggalkan tubuh fisik, meninggalkan rumah, hidup adalah mengambil alih tubuh fisik, tinggal di rumah baru. Tubuh manusia adalah rumah. Hidup adalah tumbuh, berbunga, dan berbuah. Mati adalah istirahat, menanti, dan lahir kembali. Apa makna hidup ini? Lantas mengapa manusia bisa mati ? Kemanakah manusia pergi setelah mati ? Pemikiran seperti ini seharusnya adalah pemikiran yang paling dasar, walaupun ada sebagian orang yang memikirkan seumur hidupnya, tetapi masih belum menemukan jawabannya.

Rabu, 28 Desember 2016

Realitas mimpi dalam Filsafat



Banyak terdengar kabar para artis yang berbondong-bondong mendatangi para ahli spiritual untuk mendapatkan bimbingan batin, hal ini merupakan salah satu bukti nyata bahwa uang belum tentu mampu menghadirkan ketenangan batin. Ketenangan batin merupakan hal yang sangat ekslusif yang tidak semua orang bisa meraihnya, kedamaian batin ini hanya bisa didapatkan dengan jalan pendekatan diri dengan Tuhan sehingga seorang individu bisa menjadi hambanya yang shaleh. Produk aktivitas spiritual seperti ini dapat disebut juga sebagai kegiatan dari pengetahuan mistik, pengetahuan mistik seperti ini didapatkan melalui intuisi yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada seseorang, dibukakan kepadanya qalbunya sehingga tersingkap kepadanya sebagian rahasia dan tampak kepadanya sebagian realitas. Pengetahuan mistik merupakan sebagian dari pengetahuan Tuhan yang diberikan kepada para Nabi dan orang-orang shaleh. Jadi pengetahuan mistik tidak didapatkan sebagaimana pengetahuan rasional yang bisa diraih dengan segera dan melalui serangkaian penelitian dengan bukti nyata. Pengetahuan mistik tidak dapat disebut sebagai Ilmu melainkan sebagai ma’rifah, dimana kedudukan ma’rifah lebih tinggi diatas ilmu, pengetahuan ma’rifah merupakan hasil tersingkapnya hijab antara manusia dan Tuhanya.
Mistik merupakan sebuah pengalaman metafisik yang sangat sulit dijelaskan oleh intelek (akal) manusia, karena apa yang dirasakan oleh diri kita belum tentu bisa kita jelaskan juga kepada orang lain dengan bahasa verbal maupun tulisan. Mistik merupakan rahasia realitas kebenaran yang hanya bisa dibuktikan dengan pengalaman langsung (Direct Experience), di mana si subyek yang mengetahui dihadirkan dengan obyek yang diketahui. Sehingga realitas kebenaran itu bisa dirasakan langsung yang kemudian bisa dibuktikan, realitas mistik tidak dapat diungkapkan dengan simbolisme bahasa, ada realitas yang dapat diungkapkan oleh bahasa ada juga realitas yang tidak dapat diungkapkan oleh bahasa. Realitas yang tidak dapat diungkapkan oleh bahasa ini yang jika dipaksakan untuk mengungkap realitas mistik akan terlihat seperti mengada-ada yang kemudian menjadi sebuah omong kosong. Bahasa baik verbal maupun tulisan hanyalah sebuah simbol, di mana bahasa jika digunakan sebagai kendaraan untuk mengungkap hal-hal mistik hanya berhenti pada simbol tersebut dan tidak akan pernah menembus realitas. Dalam tradisi islam mistik dapat diungkapkan dengan sebuah aliran yang dikenal dengan sufisme dimana sufisme ini memang memiliki sebuah bahasa obyek yang sudah dirancang untuk mengungkap pengetahuan swaobjektifitas, dengan bantuan sufisme ini mistisisme dapat dikonversi menjadi pengetahuan yang dapat di komunikasikan. Salah satu cara sufisme membuktikan realitas kebenaran mistik adalah dengan cara mimpi, mimpi bisa dijadikan kendaraan untuk mengungkapkan objektivitas dalam realitas dunia mistik, dimana ketika orang bermimpi seakan-akan melihat sebuah obyek yang nyata dan bersifat fisik, padahal disaat yang bersamaan dia mengingkari hal tersebut karena tahu bahwa obyek yang ada dalam mimpinya bersifat tidak nyata dan nonfisik namun itupun baru disadarinya ketika dia terbangun dari tidur. Di dalam mimpi, seseorang dapat melihat sebuah obyek baik itu manusia, nabi, jin dan lainya dengan penglihatanya, kemudian apakah penglihatan fisik yang digunakan untuk melihat obyek tersebut? Padahal katup matanya jelas-jelas dalam keadaan tertutup, manusia melihat obyek tersebut dengan mata, namun bukan dengan mata fisik melainkan mata batin atau mata hati. Disinilah fungsi dari mata batin untuk menterjemahkan realitas kebenaran mistik dalam sebuah mimpi. Penglihatan fisik kita tidak akan mampu untuk melihat cahaya tuhan karna terlalu terang, sebagaimana kelelawar yang tidak dapat melihat cahaya di siang hari karena terlalu terang. Maka untuk melihat cahaya tuhan kita menggunakan mata hati yang bersih. Secara umum pengalaman mistik dapat disebut juga sebagai pengalaman keagamaan (religious experience) salah satu spesies pengetahuan dengan kehadiran yang tidak dapat dibicarakan, satu-satunya cara untuk membicarakan dan membuat ungkapan mistik, dengan mengalihkan pikiran kedalam diri sendiri dan menghasilkan pengetahuan introspektif mengenai pengalaman-pengalaman mistik yang disaksikan oleh para mistikus sendiri. Kendati pengalaman mistik tidak dapat dikomunikasikan dan diungkapkan dengan bahasa bukan berarti tidak dapat ditafsirkan oleh pelaku yang baru saja mengalami pengalaman-pengalaman itu.
Dalam epistimologi ilmu pengetahuan ada tiga jenis epistimologi yang dapat membantu kita untuk lebih memahami realitas mistik yaitu, burhani, irfani, dan bayani. Burhani yang juga dikenal sebagai qiyas yang kemudian terbagi menjadi dua, qiyas al-illah untuk fikih dan qiyas al-dalalah untuk ilmu kalam. Pengetahuan burhani ini bersumber kepada textual lughawiyah, pengetahuan ini mengandalkan wahyu (text) sebagai obyeknya, irfani merupakan pengetahuan yang bersumber kepada intuisi atau direct experience (pengalaman langsung), sumber pengetahuan ini membutuhkan pengalaman yang mendalam, pengalaman yang dimaksud disini adalah pengalaman batin yang otentik dan fitri yang hamper-hampir tidak terdeteksi oleh logika dan tidak dapat diungkapkan oleh bahasa pengetahuan irfani ini kemudian menjadi cikal bakal lahirnya ilmu al-Hudhuri atau poverbal, prereflektive consciousness atau prelogical knowledge yang akrab dalam tradisi Eksistensial di Barat. Bayani merupakan sebuah pengetahuan yang berbeda dari kedua pengetahuan sebelumnya. Bayani merupakan pengetahuan yang bersumber kepada realitas atau al-waqi baik realitas alam, sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Pengetahuan bayani ini kemudian menjadi cikal bakal lahiran ilmu al-Hushuli, yakni ilmu yang disusun dan dikonsep sesuai dengan premis-premis logika, pengetahuan bayani ini tidak menggunakan otoritas teks dan intuisi tetapi lebih menekankan kepada realitas. Dari ketiga pengalaman mistis diatas jelas bahwa pengalaman mistis hanya bisa dijelaskan melalui epistimologi irfani yang berparadigma kepada intuisi batin,  intuisi adalah jalan yang tepat untuk mengungkapkan sebuah realitas mistik, intuisi akan bekerja jika intelek (akal) mengalami kemacetan atau sudah tidak mampu menjelaskan sebuah realitas. ­Ilmu Hudhuri yang dipelopori oleh al-farabi dan dikenal lewat Filsafat Iluminasi yang dipopulerkan oleh Shiraj al-Din Suhrawardi dapat menjelaskan existensi realitas mistik, dimana subyek dapat mengetahui secara performatif atau langsung tanpa representasi mental dan simbolisme bahasa. Subyek harus hadir secara langsung untuk merasakan dan melihat pengalaman mistik yang ingin dirasakanya. Sementara ilmu al-Hushuli merupakan pengalaman yang mengedepankan realitas dan tidak dapat digunakan sebagai metode untuk mengungkapkan pengetahuan mistik. Dengan kata lain, pengetahuan mistik adalah pengetahuan yang berdasarkan direct experience atau knowledge by presense. Dimana subyek harus merasakan dan hadir langsung tanpa bisa diwakilkan oleh siapapun dan apapun. Pengalaman mistik sangatlah berharga dan penting untuk memperkuat keimanan seseorang, walaupun tidak semua orang dapat merasakan pengalaman ini namun setidaknya setiap orang mempunyai kesempatan untuk merasakan pengalaman mistik dengan media sufisme. Iman memang selalu identik dengan mistisisme yang kemudian menimbulkan pertanyaan kenapa iman harus identik dengan mistik? Tuhan, malaikat, jin semuanya bersifat mistik dan gaib. Seandainya saja eksistensi tuhan, malaikat dan jin misalnya saja tidak bersifat mistik dan dapat dijangkau secara empiris, maka dengan mudahnya semua umat manusia percaya dengan satu agama tertentu, untuk itu disinilah letak pentingan iman kepada hal-hal ketuhanan yang bersifat mistik. Untuk pembuktian hal-hal mistik ini tentunya sangat berbeda dengan kita membuktikan sebuah pengalaman empiris dengan menggunakan panca indra, contohnya saja untuk membuktikan eksistensi tuhan kita harus menerima kebenaranya sebagai hipotesa terlebih dahulu, kemudian baru kita buktikan dengan menggunakan intuisi & imajinasi. Agama memang selalu menganjurkan umatnya untuk memulai keyakinanya dengan rasa percaya kemudian diakhiri dengan tambah percaya atau mungkin ragu, berbeda dengan ilmu pengetahuan yang dimulai dengan keraguan dan diakhiri dengan percaya tidak percaya.

Selasa, 27 Desember 2016

Belief In Every Way Of Life



Disamping berdimensi berfikir maka manusia itu berdimensi percaya. Percaya adalah sikap dan sifat, membenarkan sesuatu, atau menganggap sesuatu sebagai benar. Kepastian adalah sikap mental atas dasar keyakinan bahwa ada kebenaran, tetapi kebenaran yang diselidiki sendiri. Adapula kemungkinan bahwa orang memunyai keyakinan akan kebenaran bukan karena penyelidikkan sendiri, melainkan atas pemberitahuan pihak lain. Ahli ilmu falak mengatakan misalnya bahwa pada tanggal tertentu akan ada gerhana bulan. Penulis yakin bahwa pemberitahuan itu benar, jadi setelah  diberitahu itu, penulis tahu akan sesuatu kebenaran. Pengetahuan yang tercapai itu disebut kepercayaan. Kepastian terdapat karena percaya ini tidak perlu kurang pastinya dari kepastian yang diperoleh sendiri. Jadi, kepercayaan itu adalah anggapan atau sikap mental bahwa sesuatu itu benar. Arti lain dari kepercayaan adalah sesuatu yang diakui sebagai benar. Kita tidak bisa membayangkan manusia dapat hidup tanpa kepercayaan apapun baik dalam arti yang pertama maupun dalam arti yang kedua.

Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Jika keyakinan tidak ada keraguan yang akan muncul dan kesalahan akan sering kali menghalangi. Keyakinan sangat penting dalam kehidupan seperti keyakinan dalam memeluk agama. Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premisi benar. Kita yakin dalam satu hal maka kepercayaan akan muncul. Keyakinan sangan berdampingan dalam hidup. Contoh, pada saat kesulitan menghampiri maka sangat di perlukan sikap keyakinan agar kesulitan yang di alami dapat di lewatkan. Kenyakinan  sangat vital dalam hidup. Tidak  ada salahnya kita gunakan keyakinan kita dengan penuh percaya, mudah-mudahan bisa membantu dalam hidup.
Macam-macam Kepercayaan
a.  Kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari
Kita lihat dalam kehidupan sehari-hari yang kita akui sebagai ibu kandung kita, sesungguhnya kita terima semata-mata atas dasar kepercayaan karena kita tidak merasa perlu membuktikannya. Kita dapat makan sebagai hal yang dapat kita lakukan sehari-hari, apabila kita senantiasa dikuasai kesangsian atau ketidakpercayaan atas setiap makanan yang kita makan itu. Dihubungkan dengan contoh lain, kita tidak akan pernah naik kendaraan bermotor yang dikemudikan orang lain bila kita tidak memunyai kepercayaan atas kendaraan (mobil, kereta api, kapal laut, pesawat terbang, dan sebagainya) yang kita tumpangi dan bila kita memunyai kepercayaan kepada pengemudinya tanpa kita terlebih dahulu mempelajari dan menyelidiki secara ilmiah segala seluk beluk mesin kendaraan. Tanpa kita terlebih dahulu mengetes dan mengecek kemampuan dan kemahiran pengemudi secara seksama. Walaupun yang kita percayai pada mulanya dengan begitu saja itu mungkin saja kemudian dapat diperkuat dengan bukti-bukti hasil penyelidikan rasional, namun itu masalah kemudian bukan masalah permulaan.

b.  Kepercayaan dalam ilmu pengetahuan
Amidjaja, Rektor ITB pernah mengemukakan bahwa dalam ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan kesangsian, namun masalah kepercayaan tidak dapat dikesampingkan. Para pemula dalam disiplin ilmu pengetahuan tertentu pertama-tama menerima saja terlebih dahulu suatu dalil atau aksioma atas dasar kepercayaan. Walaupun dalam perkembangan kemudia melalui proses analisa dan penelitian rasional akhirnya sampai juga pada dalil aksioma yang pada mulanya diterima begitu saja atas dasar kepercayaan itu. Ilmu pengetahuan dalam mengemukakan pendapat bersandar pada ponstulat-ponstulat tertentu atau kebenaran-kebenaran yang sudah diterima dengan begitu sebelum secara mutlak yang diterima begitu saja atas dasar kepercayaan semat-mata. Sekali lagi kita tegaskan bahwa dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan sekalipun yang konon diawali dengan keraguan dan kesangsian itu sendiri.
c.   Kepercayaan dalam filsafat
Seseorang yang terkemukan dari penyangsi modern ialah Descartes (1596-1650) seorang ilmu pasti yang paling ulung pada zamannya yang juga peletak dasar rasionalisme yang sebenarnya di Eropa. menurut aliran rasionalime akal manusia itu memang cukup kuat untuk memecahkan segala soal, cukup kuat untuk mencapai kebenaran yang terakhir setidak-tidaknya cukup kuat untuk mengejarnya atas dasar akal sendiri. Penuh keyakinan aliran rasionalisme percaya dengan maksud percaya adalah esa, akan hal manusia sebagai kunci yang membuka segala rahasia. Hanyalah dapat ditanyakan keyakinan itu berdasarkan atas apa? Pada pikiran hemat kami tidak dapat dihindarkan, keterangan bahwa penelitian akal manusia sebagai dasar atas pangkal filsafat dan ilmu pengetahuan adalah suatu pemilihan yang ada pada tidak akal sifatnya. Rasionalisme memilih akal itu karena kepercayaan terhadap akal. Dalam kepercayan itu tidak dicapai dengan jalan pikiran yang akali melainkan kepercayaan itulah tidak lain daripada keyakinan. Atas dasar rasionalisme memilih akal manusia sebagai titik berangkat atau akal pikiran. Tiap-tiap filosof membutuhkan suatu pangkal pikiran atau titik berangkat. Ada yang memilih akal sebagai titik berangkat, ada yang memilih arus hidup ada yang memilih eksistensi. Pemilihan itu tergantung daripada keyakinan ahli pikir sendiri. Jadi dalam filsafat sekalipun yang katanya mencari keberanaran secara radikal, integral, universal itu, terbukti bahwa ada unsur atau faktor kepercayaan tersebut menjadi pangkal tolaknya sendiri.

d.  Kepercayaan dalam agama
Manusia memerlukan suatu bentuk kepercayan. Hal itu akan mengahadirkan nilai-nilai guna untuk menopang hidupnya. Sikap kepercayaan atau ragu yang sempurna tidak mungkin dapat terjadi, tetapi selain kepercayaan itu dapat dianut sesuai dengan kebutuhan demikian pula cara kepercayaanpun harus benar pula. Menganut kepercayaan yang salah bukan saja dikehendaki, tetapi bahkan berbahaya. Disebabkan kepercayaan itu diperlukan maka dalam kenyataannya kita temui bentuk-bentuk kepercayaan iu berbeda satu dengan yang lainnya. Faktor kepercayaan ini mutlak dalam agama. Dalam agama, kepercayaan merupakan suatu unsur yang amat penting  dan dalam hal ini amat masuk akal alaannya kebenaran yang dipercayai oleh kaum yang beragama ini diyakini sebab diberitahukan oleh yang tak dapat berdusta (Tuhan sendiri) atau paling sedikit seorang yang menerima tugas memberitahukan kebenaran ini kepada umat manusia, ia patut dipercaya. Percaya ialah menerima kebenaran demi kewibawaan.

Dibalik Angka 13



Di dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit. Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14 dan di Indonesia ada hotel yang tidak ada kamar 13 serta ada kamar hotel bernomor 13 yang dijadikan tempat kramat .

Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14.

Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia. Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurangan-keberuntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Firaun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya, terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politisasi dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia. Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah.

Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King). Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13.

Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313. Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya.

Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13. Kaum Kabbalis menggunakan angka 13, 11 dan 666 dalam berbagai ritual setan mereka. Itulah sebabnya angka 13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan. Dan Inilah mitos-mitos Jumat 13. Jika Anda memotong rambut Anda pada Friday the 13th, seseorang dalam keluarga Anda akan mati.

Seorang anak yang lahir pada hari Jumat 13 akan sial seumur hidup. Jika prosesi pemakaman melewati Anda pada hari Jumat tanggal 13, Anda akan segera mati. Friday the 13th Anekdot: Pada tahun 1913, seorang pendeta New York mencoba meredakan kekhawatiran pasangan 'dengan menawarkan untuk menikahi mereka secara gratis pada tanggal 13 hari Jumat. Pada tahun 1939, sebuah kota kecil di Indiana memaksa semua kucing hitam untuk memakai lonceng pada Jumat 13 Oktober. Ketika tidak terjadi apa-apa, kota ini lalu melanjutkan peraturan tersebut sampai 3 tahun kemudian.

Fakta Unik Mengenai Angka 13 


  1. Biasanya hotel dan rumah sakit tidak memiliki kamar nomor 13 
  2. Banyak kota yang tidak memiliki angka 13 sebagai nama jalan 
  3. Jika huruf nama anda ada 13 anda disebut memiliki Devils Luck 
  4. Banyak bandara tidak memiliki Gate ke 13 
  5. Banyak pesawat tidak memiliki lorong 13 
  6. Italia menghapus nomor 13 dari lotere nasional mereka 
  7. 80% bangunan tinggi tidak memiliki lantai 13 
  8. Di jalanan Florence Italia rumah diantara nomor 12 dan 14 disebut rumah nomor 12 setengah 
  9. Dalam hukuman gantung ada 13 knotmenuju jeratan dan 13 knot sebelum kematian
  10. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mungkin tahu bahwa di Perancis, sosialita disebut quatorziens (fourteeners) menyempatkan diri sebagai tamu 14 untuk menjaga pesta makan malam dari nasib sial.  
  11.  Misi Penerbangan Apollo 13 dipenuhi kesialan  
  12.  Kartu Tarrot ke13 adalah kematian, disimbolkan oleh Grim Ripper  
  13.  Ada yang mengatakan bahwa Kode Hammurabi Babilonia (sekitar 1780 SM) yang harus disalahkan atas mitos nomor 13 karena hukum nomor 13 dihilangkan dari Kode.


Di dunia barat angka 13 adalah angka yang paling dihindari. Sebagai contoh gedung pencakar langit tidak terdapat lantai 13. Tapitahukah kalian?. sebenarnya angka 13 tersebut merupakan symbol gerakan solat seorang muslim. Shalat yang menjadi kewajiban dari umat muslim. Sehari 5 kali. Akan saya kemukakan ke tigabelas urutan dalam solat.


  1. Niat Sholat ; sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
  2. Berdiri Tegak ; fadhilahnya , ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.
  3. Takbiratul Ikhram ; fadhilahnya sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur
  4. Al- Fatihah ; sebagai pakaian yang indah di dalam kubur.
  5. Ruquk ; sebagai tikar kita di dalam kubur.
  6. I’tidal ; akan memberikan minuman air dari telaga al-kautsar ketika di dalam kubur.
  7. Sujud ; memagari kita ketika menyeberangi titian sirotul mustaqim.
  8. Duduk Diantara 2 Sujud ; akan menaungi panji-panji nabi kita di dalam kubur.
  9. Duduk Antara 2 Sujud (akhir) ; menjadi kendaraan kita dipadang mahsyar.
  10. Takhiyat Akhir ; sebagai penjawab bagi soal yang dikemukakan oleh malaikat Munkar & nakir.
  11. Sholawat Nabi ; sebagai pendingin api neraka di dalam kubur.
  12. Salam ; memelihara kita di dalam kubur.
  13. Tertib ; pertemuan kita dengan Allah SWT.


Keterangan di atas adalah salah satu sebab mengapa orang diluar islam tidak suka akan angka 13 dan juga hari Jum'at Itulah sebab mengapa mereka membuat cerita yang begitu seram yaitu FRIDAY the 13th. Sebenarnya semua angka itu sama tak ada yang perlu di khawatirkan, terkadang ada kecelakan yang terjadi di angka 13 kemudian ia menyalahkan angka 13 sebagai angka pembawa sial, tetapi seharusnya mereka tahu mereka mengalami kecelakaan pada angka yang berhubungan dengan 13 karena ulah mereka sendiri yang terlalu parno atau terlau takut akan angka 13 sehingga menyebabkan perilaku yang berlebihan, yang paranoid yang mengancam diri mereka sendiri  Untuk itu kita harusnya mengambil hikmah dan selalu berpikir positif, karena tidak ada kata sial dalam islam.