Setiap
ada kehidupan pasti ada kematian. Kehidupan adalah awal dari kematian, kematian adalah
juga awal dari kehidupan. Hidup adalah proses bukan akhir dari
segalanya. Setiap
orang pasti pernah memikirkan persoalan hidup dan mati,ini juga adalah awal
dari idiologi filsafat, mengapa
diri kita bisa berada di dunia ini ? untuk apa datang ke dunia ini ? Apa makna
hidup ini? Lantas mengapa manusia bisa mati ? Kemanakah manusia pergi setelah
mati ? Pemikiran seperti ini seharusnya adalah pemikiran yang paling dasar, walaupun ada
sebagian orang yang memikirkan seumur hidupnya, tetapi masih belum
menemukan jawabannya. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan
ini sama seperti computer, namun, banyak manusia di
kehidupan kali ini lebih condong kearah pencariaan benda materi, dan telah melupakan
pencarian “hakikat spiritual”. Kehidupan kali ini telah usai, kehidupan kali ini
telah usai dijalani, tugas
dalam kehidupan kali ini telah selesai, sudah seharusnya istirahat. Ada awal maka ada
akhir. Namun, ini
semua bukan berarti semuanya telah berakhir, melainkan istirahat
untuk sementara, sebab
kehidupan kali ini hanya adalah sebuah proses. Bisa dikatakan
sebagai tempat peristirahatan saat berwisata. Jangan mengira
“kematian”berarti akhir dari segalanya,jangan mengira setelah “mati”
maka tidak ada apa-apa lagi, jangan mengira “kematian” sangat menakutkan. Mati adalah
meninggalkan tubuh fisik, meninggalkan rumah, hidup adalah
mengambil alih tubuh fisik, tinggal di rumah baru. Tubuh manusia
adalah rumah. Hidup
adalah tumbuh, berbunga, dan berbuah. Mati
adalah istirahat, menanti, dan lahir kembali. Apa
makna hidup ini? Lantas mengapa manusia bisa mati ? Kemanakah manusia pergi
setelah mati ? Pemikiran seperti ini seharusnya adalah pemikiran yang paling
dasar, walaupun
ada sebagian orang yang memikirkan seumur hidupnya, tetapi masih belum
menemukan jawabannya.
Kamis, 29 Desember 2016
Rabu, 28 Desember 2016
Realitas mimpi dalam Filsafat
Banyak terdengar
kabar para artis yang berbondong-bondong mendatangi para ahli spiritual untuk
mendapatkan bimbingan batin, hal ini merupakan salah satu bukti nyata bahwa
uang belum tentu mampu menghadirkan ketenangan batin. Ketenangan batin
merupakan hal yang sangat ekslusif yang tidak semua orang bisa meraihnya,
kedamaian batin ini hanya bisa didapatkan dengan jalan pendekatan diri dengan
Tuhan sehingga seorang individu bisa menjadi hambanya yang shaleh. Produk
aktivitas spiritual seperti ini dapat disebut juga sebagai kegiatan dari
pengetahuan mistik, pengetahuan mistik seperti ini didapatkan melalui intuisi
yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada seseorang, dibukakan kepadanya qalbunya
sehingga tersingkap kepadanya sebagian rahasia dan tampak kepadanya sebagian
realitas. Pengetahuan mistik merupakan sebagian dari pengetahuan Tuhan yang
diberikan kepada para Nabi dan orang-orang shaleh. Jadi pengetahuan mistik
tidak didapatkan sebagaimana pengetahuan rasional yang bisa diraih dengan
segera dan melalui serangkaian penelitian dengan bukti nyata. Pengetahuan
mistik tidak dapat disebut sebagai Ilmu melainkan sebagai ma’rifah,
dimana kedudukan ma’rifah lebih tinggi diatas ilmu, pengetahuan ma’rifah
merupakan hasil tersingkapnya hijab antara manusia dan Tuhanya.
Mistik merupakan sebuah pengalaman metafisik yang sangat sulit dijelaskan
oleh intelek (akal) manusia, karena apa yang dirasakan oleh diri kita belum
tentu bisa kita jelaskan juga kepada orang lain dengan bahasa verbal maupun
tulisan. Mistik merupakan rahasia realitas kebenaran yang hanya bisa dibuktikan
dengan pengalaman langsung (Direct Experience), di mana si subyek yang
mengetahui dihadirkan dengan obyek yang diketahui. Sehingga realitas kebenaran
itu bisa dirasakan langsung yang kemudian bisa dibuktikan, realitas mistik
tidak dapat diungkapkan dengan simbolisme bahasa, ada realitas yang dapat
diungkapkan oleh bahasa ada juga realitas yang tidak dapat diungkapkan oleh
bahasa. Realitas yang tidak dapat diungkapkan oleh bahasa ini yang jika
dipaksakan untuk mengungkap realitas mistik akan terlihat seperti mengada-ada
yang kemudian menjadi sebuah omong kosong. Bahasa baik verbal maupun tulisan
hanyalah sebuah simbol, di mana bahasa jika digunakan sebagai kendaraan untuk
mengungkap hal-hal mistik hanya berhenti pada simbol tersebut dan tidak akan
pernah menembus realitas. Dalam tradisi islam mistik dapat diungkapkan dengan
sebuah aliran yang dikenal dengan sufisme dimana sufisme ini
memang memiliki sebuah bahasa obyek yang sudah dirancang untuk mengungkap
pengetahuan swaobjektifitas, dengan bantuan sufisme ini mistisisme dapat
dikonversi menjadi pengetahuan yang dapat di komunikasikan. Salah satu cara sufisme
membuktikan realitas kebenaran mistik adalah dengan cara mimpi, mimpi bisa
dijadikan kendaraan untuk mengungkapkan objektivitas dalam realitas dunia
mistik, dimana ketika orang bermimpi seakan-akan melihat sebuah obyek yang
nyata dan bersifat fisik, padahal disaat yang bersamaan dia mengingkari hal
tersebut karena tahu bahwa obyek yang ada dalam mimpinya bersifat tidak nyata
dan nonfisik namun itupun baru disadarinya ketika dia terbangun dari tidur. Di
dalam mimpi, seseorang dapat melihat sebuah obyek baik itu manusia, nabi, jin
dan lainya dengan penglihatanya, kemudian apakah penglihatan fisik yang
digunakan untuk melihat obyek tersebut? Padahal katup matanya jelas-jelas dalam
keadaan tertutup, manusia melihat obyek tersebut dengan mata, namun bukan
dengan mata fisik melainkan mata batin atau mata hati. Disinilah fungsi dari
mata batin untuk menterjemahkan realitas kebenaran mistik dalam sebuah mimpi.
Penglihatan fisik kita tidak akan mampu untuk melihat cahaya tuhan karna
terlalu terang, sebagaimana kelelawar yang tidak dapat melihat cahaya di siang
hari karena terlalu terang. Maka untuk melihat cahaya tuhan kita menggunakan
mata hati yang bersih. Secara umum pengalaman mistik dapat disebut juga sebagai
pengalaman keagamaan (religious experience) salah satu spesies
pengetahuan dengan kehadiran yang tidak dapat dibicarakan, satu-satunya cara
untuk membicarakan dan membuat ungkapan mistik, dengan mengalihkan pikiran
kedalam diri sendiri dan menghasilkan pengetahuan introspektif mengenai pengalaman-pengalaman
mistik yang disaksikan oleh para mistikus sendiri. Kendati pengalaman mistik
tidak dapat dikomunikasikan dan diungkapkan dengan bahasa bukan berarti tidak
dapat ditafsirkan oleh pelaku yang baru saja mengalami pengalaman-pengalaman
itu.
Dalam epistimologi ilmu pengetahuan ada tiga jenis epistimologi yang dapat
membantu kita untuk lebih memahami realitas mistik yaitu, burhani, irfani, dan
bayani. Burhani yang juga dikenal sebagai qiyas yang kemudian terbagi
menjadi dua, qiyas al-illah untuk fikih dan qiyas al-dalalah
untuk ilmu kalam. Pengetahuan burhani ini bersumber kepada textual lughawiyah,
pengetahuan ini mengandalkan wahyu (text) sebagai obyeknya, irfani merupakan
pengetahuan yang bersumber kepada intuisi atau direct experience (pengalaman
langsung), sumber pengetahuan ini membutuhkan pengalaman yang mendalam,
pengalaman yang dimaksud disini adalah pengalaman batin yang otentik dan fitri
yang hamper-hampir tidak terdeteksi oleh logika dan tidak dapat diungkapkan
oleh bahasa pengetahuan irfani ini kemudian menjadi cikal bakal lahirnya ilmu
al-Hudhuri atau poverbal, prereflektive consciousness atau prelogical
knowledge yang akrab dalam tradisi Eksistensial di Barat. Bayani merupakan
sebuah pengetahuan yang berbeda dari kedua pengetahuan sebelumnya. Bayani
merupakan pengetahuan yang bersumber kepada realitas atau al-waqi baik
realitas alam, sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Pengetahuan bayani ini
kemudian menjadi cikal bakal lahiran ilmu al-Hushuli, yakni ilmu yang
disusun dan dikonsep sesuai dengan premis-premis logika, pengetahuan bayani ini
tidak menggunakan otoritas teks dan intuisi tetapi lebih menekankan kepada
realitas. Dari ketiga pengalaman mistis diatas jelas bahwa pengalaman mistis
hanya bisa dijelaskan melalui epistimologi irfani yang berparadigma kepada
intuisi batin, intuisi adalah jalan yang tepat untuk mengungkapkan sebuah
realitas mistik, intuisi akan bekerja jika intelek (akal) mengalami kemacetan
atau sudah tidak mampu menjelaskan sebuah realitas. Ilmu Hudhuri yang dipelopori
oleh al-farabi dan dikenal lewat Filsafat Iluminasi yang dipopulerkan oleh
Shiraj al-Din Suhrawardi dapat menjelaskan existensi realitas mistik, dimana
subyek dapat mengetahui secara performatif atau langsung tanpa representasi
mental dan simbolisme bahasa. Subyek harus hadir secara langsung untuk
merasakan dan melihat pengalaman mistik yang ingin dirasakanya. Sementara
ilmu al-Hushuli merupakan pengalaman yang mengedepankan realitas dan tidak
dapat digunakan sebagai metode untuk mengungkapkan pengetahuan mistik. Dengan
kata lain, pengetahuan mistik adalah pengetahuan yang berdasarkan direct
experience atau knowledge by presense. Dimana subyek harus merasakan dan hadir
langsung tanpa bisa diwakilkan oleh siapapun dan apapun. Pengalaman mistik sangatlah
berharga dan penting untuk memperkuat keimanan seseorang, walaupun tidak semua
orang dapat merasakan pengalaman ini namun setidaknya setiap orang mempunyai
kesempatan untuk merasakan pengalaman mistik dengan media sufisme. Iman
memang selalu identik dengan mistisisme yang kemudian menimbulkan pertanyaan
kenapa iman harus identik dengan mistik? Tuhan, malaikat, jin semuanya bersifat
mistik dan gaib. Seandainya saja eksistensi tuhan, malaikat dan jin misalnya
saja tidak bersifat mistik dan dapat dijangkau secara empiris, maka dengan
mudahnya semua umat manusia percaya dengan satu agama tertentu, untuk itu
disinilah letak pentingan iman kepada hal-hal ketuhanan yang bersifat mistik.
Untuk pembuktian hal-hal mistik ini tentunya sangat berbeda dengan kita membuktikan
sebuah pengalaman empiris dengan menggunakan panca indra, contohnya saja untuk
membuktikan eksistensi tuhan kita harus menerima kebenaranya sebagai hipotesa
terlebih dahulu, kemudian baru kita buktikan dengan menggunakan intuisi &
imajinasi. Agama memang selalu menganjurkan umatnya untuk memulai keyakinanya
dengan rasa percaya kemudian diakhiri dengan tambah percaya atau mungkin ragu,
berbeda dengan ilmu pengetahuan yang dimulai dengan keraguan dan diakhiri
dengan percaya tidak percaya.
Selasa, 27 Desember 2016
Belief In Every Way Of Life
Disamping berdimensi berfikir maka manusia itu berdimensi
percaya. Percaya adalah sikap dan sifat, membenarkan sesuatu, atau menganggap
sesuatu sebagai benar. Kepastian adalah sikap mental atas dasar keyakinan bahwa
ada kebenaran, tetapi kebenaran yang diselidiki sendiri. Adapula kemungkinan
bahwa orang memunyai keyakinan akan kebenaran bukan karena penyelidikkan
sendiri, melainkan atas pemberitahuan pihak lain. Ahli ilmu falak mengatakan
misalnya bahwa pada tanggal tertentu akan ada gerhana bulan. Penulis yakin
bahwa pemberitahuan itu benar, jadi setelah diberitahu itu, penulis tahu akan
sesuatu kebenaran. Pengetahuan yang tercapai itu disebut kepercayaan. Kepastian
terdapat karena percaya ini tidak perlu kurang pastinya dari kepastian yang
diperoleh sendiri. Jadi, kepercayaan itu adalah anggapan atau sikap mental
bahwa sesuatu itu benar. Arti lain dari kepercayaan adalah sesuatu yang diakui
sebagai benar. Kita tidak bisa membayangkan manusia dapat hidup tanpa kepercayaan
apapun baik dalam arti yang pertama maupun dalam arti yang kedua.
Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia
saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai
kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang
tidak selalu benar atau keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Jika
keyakinan tidak ada keraguan yang akan muncul dan kesalahan akan sering kali
menghalangi. Keyakinan sangat penting dalam kehidupan seperti keyakinan dalam memeluk
agama. Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang
menganggap suatu premisi benar. Kita yakin dalam satu hal maka kepercayaan akan
muncul. Keyakinan sangan berdampingan dalam hidup. Contoh, pada saat kesulitan
menghampiri maka sangat di perlukan sikap keyakinan agar kesulitan yang di
alami dapat di lewatkan. Kenyakinan sangat vital dalam hidup. Tidak ada salahnya kita gunakan keyakinan
kita dengan penuh percaya, mudah-mudahan bisa membantu dalam hidup.
Macam-macam Kepercayaan
a. Kepercayaan dalam kehidupan
sehari-hari
Kita
lihat dalam kehidupan sehari-hari yang kita akui sebagai ibu kandung kita,
sesungguhnya kita terima semata-mata atas dasar kepercayaan karena kita tidak
merasa perlu membuktikannya. Kita dapat makan sebagai hal yang dapat kita
lakukan sehari-hari, apabila kita senantiasa dikuasai kesangsian atau
ketidakpercayaan atas setiap makanan yang kita makan itu. Dihubungkan dengan
contoh lain, kita tidak akan pernah naik kendaraan bermotor yang dikemudikan orang
lain bila kita tidak memunyai kepercayaan atas kendaraan (mobil, kereta api,
kapal laut, pesawat terbang, dan sebagainya) yang kita tumpangi dan bila kita
memunyai kepercayaan kepada pengemudinya tanpa kita terlebih dahulu mempelajari
dan menyelidiki secara ilmiah segala seluk beluk mesin kendaraan. Tanpa kita
terlebih dahulu mengetes dan mengecek kemampuan dan kemahiran pengemudi secara
seksama. Walaupun yang kita percayai pada mulanya dengan begitu saja itu
mungkin saja kemudian dapat diperkuat dengan bukti-bukti hasil penyelidikan
rasional, namun itu masalah kemudian bukan masalah permulaan.
b. Kepercayaan dalam ilmu pengetahuan
Amidjaja,
Rektor ITB pernah mengemukakan bahwa dalam ilmu pengetahuan yang dilandasi
dengan kesangsian, namun masalah kepercayaan tidak dapat dikesampingkan. Para
pemula dalam disiplin ilmu pengetahuan tertentu pertama-tama menerima saja
terlebih dahulu suatu dalil atau aksioma atas dasar kepercayaan. Walaupun dalam
perkembangan kemudia melalui proses analisa dan penelitian rasional akhirnya
sampai juga pada dalil aksioma yang pada mulanya diterima begitu saja atas
dasar kepercayaan itu. Ilmu pengetahuan dalam mengemukakan pendapat bersandar
pada ponstulat-ponstulat tertentu atau kebenaran-kebenaran yang sudah diterima
dengan begitu sebelum secara mutlak yang diterima begitu saja atas dasar
kepercayaan semat-mata. Sekali lagi kita tegaskan bahwa dalam bidang-bidang
ilmu pengetahuan sekalipun yang konon diawali dengan keraguan dan kesangsian
itu sendiri.
c.
Kepercayaan
dalam filsafat
Seseorang
yang terkemukan dari penyangsi modern ialah Descartes (1596-1650) seorang ilmu
pasti yang paling ulung pada zamannya yang juga peletak dasar rasionalisme yang
sebenarnya di Eropa. menurut aliran rasionalime akal manusia itu memang cukup
kuat untuk memecahkan segala soal, cukup kuat untuk mencapai kebenaran yang
terakhir setidak-tidaknya cukup kuat untuk mengejarnya atas dasar akal sendiri.
Penuh keyakinan aliran rasionalisme percaya dengan maksud percaya adalah esa,
akan hal manusia sebagai kunci yang membuka segala rahasia. Hanyalah dapat
ditanyakan keyakinan itu berdasarkan atas apa? Pada pikiran hemat kami tidak
dapat dihindarkan, keterangan bahwa penelitian akal manusia sebagai dasar atas
pangkal filsafat dan ilmu pengetahuan adalah suatu pemilihan yang ada pada
tidak akal sifatnya. Rasionalisme memilih akal itu karena kepercayaan terhadap
akal. Dalam kepercayan itu tidak dicapai dengan jalan pikiran yang akali
melainkan kepercayaan itulah tidak lain daripada keyakinan. Atas dasar
rasionalisme memilih akal manusia sebagai titik berangkat atau akal pikiran. Tiap-tiap
filosof membutuhkan suatu pangkal pikiran atau titik berangkat. Ada yang
memilih akal sebagai titik berangkat, ada yang memilih arus hidup ada yang
memilih eksistensi. Pemilihan itu tergantung daripada keyakinan ahli pikir
sendiri. Jadi dalam filsafat sekalipun yang katanya mencari keberanaran secara
radikal, integral, universal itu, terbukti bahwa ada unsur atau faktor
kepercayaan tersebut menjadi pangkal tolaknya sendiri.
d. Kepercayaan dalam agama
Manusia
memerlukan suatu bentuk kepercayan. Hal itu akan mengahadirkan nilai-nilai guna
untuk menopang hidupnya. Sikap kepercayaan atau ragu yang sempurna tidak
mungkin dapat terjadi, tetapi selain kepercayaan itu dapat dianut sesuai dengan
kebutuhan demikian pula cara kepercayaanpun harus benar pula. Menganut
kepercayaan yang salah bukan saja dikehendaki, tetapi bahkan berbahaya.
Disebabkan kepercayaan itu diperlukan maka dalam kenyataannya kita temui
bentuk-bentuk kepercayaan iu berbeda satu dengan yang lainnya. Faktor
kepercayaan ini mutlak dalam agama. Dalam agama, kepercayaan merupakan suatu
unsur yang amat penting dan dalam hal ini amat masuk akal alaannya kebenaran yang
dipercayai oleh kaum yang beragama ini diyakini sebab diberitahukan oleh yang
tak dapat berdusta (Tuhan sendiri) atau paling sedikit seorang yang menerima
tugas memberitahukan kebenaran ini kepada umat manusia, ia patut dipercaya.
Percaya ialah menerima kebenaran demi kewibawaan.
Dibalik Angka 13
Di dunia terdapat
bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya.
Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata
tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan
masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural
kota dan juga gedung-gedung pencakar langit. Sebagai contoh kecil, di berbagai
gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14 dan di
Indonesia ada hotel yang tidak ada kamar 13 serta ada kamar hotel bernomor 13
yang dijadikan tempat kramat .
Menurut kepercayaan
mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga
dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau
kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda
tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ke angka
14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14.
Fenomena ini terdapat
di banyak negara dunia, termasuk Indonesia. Mengapa angka 13 dianggap angka
yang membawa kekurangan-keberuntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka
mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah
merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir
tertinggi rezim Firaun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap,
peramal, paranormal, dan sebagainya, terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian
mengangkatnya menjadi satu gerakan politisasi dan sekarang ini, ajaran Kabbalah
telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia. Bangsa Yahudi sejak
dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah.
Sebab itu, dalam
berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke
dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13
(As, 2-9, Jack, Queen, King). Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang
sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The
Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan
Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13.
Selain menyisipkan
angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat
juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan
sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal.
Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau
Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela
(Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313. Uniknya, walau angka
13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap
angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di
Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya.
Bahkan dalam
kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12,
lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13. Kaum Kabbalis menggunakan
angka 13, 11 dan 666 dalam berbagai ritual setan mereka. Itulah sebabnya angka
13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan.
Dan Inilah mitos-mitos Jumat 13. Jika Anda memotong rambut Anda pada Friday the
13th, seseorang dalam keluarga Anda akan mati.
Seorang anak yang
lahir pada hari Jumat 13 akan sial seumur hidup. Jika prosesi pemakaman
melewati Anda pada hari Jumat tanggal 13, Anda akan segera mati. Friday the
13th Anekdot: Pada tahun 1913, seorang pendeta New York mencoba meredakan
kekhawatiran pasangan 'dengan menawarkan untuk menikahi mereka secara gratis
pada tanggal 13 hari Jumat. Pada tahun 1939, sebuah kota kecil di Indiana
memaksa semua kucing hitam untuk memakai lonceng pada Jumat 13 Oktober. Ketika tidak
terjadi apa-apa, kota ini lalu melanjutkan peraturan tersebut sampai 3 tahun
kemudian.
Fakta Unik Mengenai
Angka 13
- Biasanya hotel dan rumah sakit tidak memiliki kamar nomor 13
- Banyak kota yang tidak memiliki angka 13 sebagai nama jalan
- Jika huruf nama anda ada 13 anda disebut memiliki Devils Luck
- Banyak bandara tidak memiliki Gate ke 13
- Banyak pesawat tidak memiliki lorong 13
- Italia menghapus nomor 13 dari lotere nasional mereka
- 80% bangunan tinggi tidak memiliki lantai 13
- Di jalanan Florence Italia rumah diantara nomor 12 dan 14 disebut rumah nomor 12 setengah
- Dalam hukuman gantung ada 13 knotmenuju jeratan dan 13 knot sebelum kematian
- Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mungkin tahu bahwa di Perancis, sosialita disebut quatorziens (fourteeners) menyempatkan diri sebagai tamu 14 untuk menjaga pesta makan malam dari nasib sial.
- Misi Penerbangan Apollo 13 dipenuhi kesialan
- Kartu Tarrot ke13 adalah kematian, disimbolkan oleh Grim Ripper
- Ada yang mengatakan bahwa Kode Hammurabi Babilonia (sekitar 1780 SM) yang harus disalahkan atas mitos nomor 13 karena hukum nomor 13 dihilangkan dari Kode.
Di dunia barat angka
13 adalah angka yang paling dihindari. Sebagai contoh gedung pencakar langit
tidak terdapat lantai 13. Tapitahukah kalian?. sebenarnya angka 13 tersebut
merupakan symbol gerakan solat seorang muslim. Shalat yang menjadi kewajiban
dari umat muslim. Sehari 5 kali. Akan saya kemukakan ke tigabelas urutan dalam
solat.
- Niat Sholat ; sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
- Berdiri Tegak ; fadhilahnya , ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.
- Takbiratul Ikhram ; fadhilahnya sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur
- Al- Fatihah ; sebagai pakaian yang indah di dalam kubur.
- Ruquk ; sebagai tikar kita di dalam kubur.
- I’tidal ; akan memberikan minuman air dari telaga al-kautsar ketika di dalam kubur.
- Sujud ; memagari kita ketika menyeberangi titian sirotul mustaqim.
- Duduk Diantara 2 Sujud ; akan menaungi panji-panji nabi kita di dalam kubur.
- Duduk Antara 2 Sujud (akhir) ; menjadi kendaraan kita dipadang mahsyar.
- Takhiyat Akhir ; sebagai penjawab bagi soal yang dikemukakan oleh malaikat Munkar & nakir.
- Sholawat Nabi ; sebagai pendingin api neraka di dalam kubur.
- Salam ; memelihara kita di dalam kubur.
- Tertib ; pertemuan kita dengan Allah SWT.
Keterangan di atas
adalah salah satu sebab mengapa orang diluar islam tidak suka akan angka 13 dan
juga hari Jum'at Itulah sebab mengapa mereka membuat cerita yang begitu seram
yaitu FRIDAY the 13th. Sebenarnya semua angka itu sama tak ada yang perlu di
khawatirkan, terkadang ada kecelakan yang terjadi di angka 13 kemudian ia
menyalahkan angka 13 sebagai angka pembawa sial, tetapi seharusnya mereka tahu
mereka mengalami kecelakaan pada angka yang berhubungan dengan 13 karena ulah
mereka sendiri yang terlalu parno atau terlau takut akan angka 13 sehingga
menyebabkan perilaku yang berlebihan, yang paranoid yang mengancam diri mereka
sendiri Untuk itu kita harusnya
mengambil hikmah dan selalu berpikir positif, karena tidak ada kata sial dalam
islam.
Langganan:
Postingan (Atom)